Minggu, 16 Maret 2025

Joko Tole Kontraktor Proyek Pintu Gerbang Besi Di Majapahit

JOKO TOLE, KONTRAKTOR PROYEK PINTU GERBANG BESI DI MAJAPAHIT

Joko Tole adalah salah satu Raja dari Kerajaan Sumenep Madura yang kisahnya banyak ditemui dalam legenda masyarakat Madura, Raja ini juga dikisahkan piawai dalam membuat senjata dan pandai dalam ilmu perang.

Joko Tole adalah Raja Sumenep ke 13 yang memerintah pada Tahun 1415 hingga1460 Masehi, ia merupakan anak Raja Sumenep ke 12 yang bernama Adipodai  atau Panembahan Wirakrama (1399-1415 ). Sementara ibunya bernama Potre Koneng, merupakan putri dari  Raden Agung Rawit.

Panembahan Wirakrama menikahi Potre Koneng terjadi sebelum menggantikan kedudukan ayahnya Panembahan Blingi (1386-1415). Kala itu Potre Koneng dalam keadaan mengandung.

Pernikahan Panembahan Wirakrama dengan Potre Koneng didahuli dengan kisah kehamilan Potre Koneng sebelum menikah. 

Sumber legenda menyebutkan bahwa Potre Koneng mengandung anak Panembahan Wirakrama diakibatkan oleh hubungan badan secara gaib, namun hal tersebut tidak dipercayai oleh kebanyakan orang, mereka menganggap anak dalam kandungan Potre Koneng merupakan anak haram, sehingga ketika Potre Koneng melahirkan,  ia menaruhnya di tengah Hutan. Anak itu kelak ditemukan dan di asuh oleh Mpu Kalleng. Ketika besar anak tersebut dikenal dengan nama “Joko Tole”.

Meskipun mulanya sebagai anak yang terbuang, pada akhirnya Joko Tole diakui sebagai anak sah dari pasangan Panembahan Wirakrama dan  Potre Koneng, ia dipulihkan hak-haknya, bahkan dijadikan sebagai Putra Mahkota Kerajaan Sumenep.

Sejak ditemukan di hutan, Joko Tole menjadi tanggung jawab dan pengawasan Mpu Kalleng, ia diangkat anak oleh sang Mpu. Waktu itu Mpu Kalleng merupakan salah satu Pandai Besi yang terkenal di Sampang, ia dikenal sebagai pandai besi yang handal dalam membuat alat-alat pertanian hingga senjata.

Sejak dari Kanak-kanak,  Joko Tole senang memperhatikan Mpu Kelleng saat bekerja membuat alat-alat pertanian dari besi. Ketika Joko Tole ingin membantu ayah angkatnya, Mpu Kelleng kerap melarangnya. Sang Mpu takut anak angkatnya yang masih kecil itu terluka.

Suatu ketika,  saat Mpu Kelleng pergi beistirahat, Joko Tole mencoba membuat senjata dan alat-alat lainnya dari besi, hasilnya ternyata bagus. Maka setelah Mpu Kelleng mengetahui hasil karya Joko Tole, ia sangat gembira sekaligus mengagumi hasil karya anak angkatnya, ia pun mengizikan Joko Tole berkreasi di tempat kerjanya.

Dikemudian hari, Joko Tole menjelma menjadi seorang yang ahli dalam membuat alat-alat dari besi, bahkan ia juga mampu membuat keris yang baik, Keris itu kelak dikenal dengan nama “Jennengan Pakadangan”.

Kerajaan Sumenep kala itu adalah Kerajaan bawahan Majapahit yang pusat pemerintahannya terdapat di Pulau Jawa. Untuk mengasah kemampuan serta menambah wawasan Joko Tole pergi ke Ibu Kota Kerajaan Majapahit, ia mencoba mengadu nasib.

Sesampianya di Majapahit,  ternyata Kerajaan sedang mengerjakan proyek pembangunan pintu gerbang kerajaan yang terbuat dari besi, namun dari pintu gerbang besi yang telah dibuat tidak ada satupun yang disukai Raja, sehingga Raja mengumumkan Sayambara pembuatan Pintu Gerbang dari besi kepada rakyatnya.

Joko Tole yang merasa ahli membuat alat-alat dari besi berkat didikan Mpu Kalleng menjadi tertantang, iapun akhirnya mengikuti Syambara dan benar saja hasil karyanya disukai Raja, sehingga akhirnya Joko Tole diberi hadiah berupa kedudukan yang lumayan terhormat di Majapahit.

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar