Raja Sengeda menikah dengan seorang janda yang bernama Cut Meurah Ati. Cut Meurah Ati merupakan putri dari Teuku Cik Ahmad dari Kerajaan Meureudu di Aceh Pidie. Cut Meurah Ati sebelumnya telah memiliki dua orang Putra yaitu Empu Kolak dan Panglima Perang Dagang.
Sebelum prosesi pernikahan, Sengeda berjanji kepada dua orang putra tirinya, bahwa kelak jika sudah sampai waktunya, mereka akan diserahi jabatan raja di daerah Bukit. Namun beberapa tahun kemudian pernikahan Sengeda dengan Cut Meurah Ati membuahkan keturunan yang diberi nama Menet.
Karena jumlah penduduk di Bukit semakin bertambah maka akhirnya ditetapkanlah ketiga anak dari Sengeda menjadi pembantu Kejurun. Empu Kolak diangkat sebagai menteri pertanahan, Panglima Perang Dagang didaulat sebagai Panglima Kejurun Bukit, sedangkan Menet dipercaya sebagai menteri urusan pemerintahan. Selain itu diangkat pula Lanang Berjeje sebagai penasehat Kejurun.
Setelah ketiga putranya sudah semakin berusia dewasa, maka akhirnya Empu Kolak diangkat sebagai Reje Gunung, Panglime Perang Dagang diangkat sebagai Reje Bukit Lah, sedangkan Menet diangkat sebagai Reje Bukit Iwih. Mereka semua tetap mengakui Kekuasaan Ayahnya, diatas kekuasaan mereka.
0 komentar:
Posting Komentar