Indonesia Negeri Tercintaku: Wisata Alam Indonesia Negeri Tercintaku: Wisata Alam

PERISAI MUKMIN CHANNEL YOUTUBE

Berbagi kumpulan shalawat Nabi dan dzikir yang sangat baik di amalkan dalam kehidupan sehari hari

MP3 LAGU-LAGU PRAMUKA

Lagu-lagu pramuka yang ber-irama cerdas dan riang selalu setia menemani anggota pramuka, baik pada saat latihan rutin maupun berkemah, mengajak generasi bangsa untuk selalu memiliki jiwa dan keyakinan yang mantap dalam mengisi pembangunan nasional.

MP3 LAGU ANAK INDONESIA

Lagu anak Indonesia walaupun lirik lagunya singkat tapi isinya syarat dengan pesan orang tua terhadap anaknya. Bagi ada yang mempunyai anak kecil, sangat baik jika menguasai lagu-lagu khusus untuk anak-anak karena disamping liriknya mudah diingat juga lagu lagu tersebut mengandung pesan moral yang baik bagi anak kita tercinta.

MP3 LAGU DAERAH NUSANTARA INDONESIA

Nusantara Indonesia yang bergitu luas terdiri dari beragam macam etnis dan suku budaya yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya. Salah satu budaya daerah yang selalu menjadi kebanggaan daerah masing-masing bahkan menjadi kebanggaan nasional adalah berupa Lagu Daerah.

MP3 LAGU PERJUANGAN DAN WAJIB NASIONAL

Lagu atau musik perjuangan ialah lagu yang membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah. Mengingat, mengenang, memperkenalkan kepada generasi muda bangsa indonesia bagaimana semangat dan perjuangan pahlawan-pahlawan yang telah berjasa membela negara di masa lampau.

JELAJAH WISATA DI INDONESIA

Indonesia kaya akan Keindahan alamnya, masing-masing punya pesona dan keistimewaan khas tersendiri yang tak akan dapat ditemukan di belahan bumi manapun. Tidak hanya itu, tempat wisata buatan pun juga ikut meramaikan bursa tempat wisata pilihan di indonesia. Dengan mengetahuinya kita akan tertarik, namun dengan menyaksikannya langsung akan membuat decak kagum terpesona.

77 WARISAN BUDAYA INDONESIA

Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki keanekaragaman suku dan budaya memiliki jutaan warisan karya kebudayaan yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh seluruh anak bangsa, seringnya budaya milik indonesia yang diklaim sebagai budaya asli negara lain.

Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

12 Desember 2015

Wisata Alam Goa Pindul Gunungkidul : Nikmati Alam Dengan Cave Tubing


Wisata Alam Goa Pindul Gunungkidul : Nikmati Alam Dengan Cave Tubing

Obyek Wisata Goa Pindul Gunungkidul - Goa Pindul yang berada di Dusun Gelaran I, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul, sekitar 7 km ke arah utara Kota Wonosari merupakan satu dari tujuh gua yang dialiri sungai bawah tanah di daerah Beriharjo. Obyek Wisata Goa Pindul memiliki kedalaman air sekitar 5 meter, panjang sekitar 300 meter dengan lebar 5 meter serta jarak antara atap goa dengan permukaan air sekitar 4 meter.

Pada salah satu bagian Goa Pindul tepatnya di tengah gua terdapat sebuah ruangan yang agak besar dengan lubang diatasnya, masyarakat sekitar gua menyebutnya sumur terbalik, suasana semakin mengesankan dengan panorama alam yang begitu indah dengan sinar matahari yang masuk pada ruangan ini. Lubang inilah yang sering digunakan sebagai jalan masuk vertikal oleh anggota Tim Sar ataupun oleh para pengunjung Wisata Goa Pindul.

Wisata Alam Goa Pindul Gunungkidul : Nikmati Alam Dengan Cave Tubing

Sejarah Gao Pindul
Menurut cerita yang beredar di Masyarakat sekitar, semuanya berawal dari seorang tokoh bernama Kyai Jaluwesi yang berkonflik dengan raksasa bernama Bendhogrowong. Keduanya terlibat adu kesaktian, dengan keunggulan pada Kyai Jaluwesi. Raksasa itu kemudian mengeluarkan ilmunya yang dikarenakan merasa terdesak. Sayangnya ilmu  tersebut meleset dan mengenai seekor anjing peliharaan Widodo dan Widadi, anak kembar Kyai Jaluwesi. Anjing yang bernama Sona Langking itu cedera parah dan berlari tak karuan menuju sebuah sumber air yang ada di balik semak-semak. Kyai Jaluwesi yang mengikuti arah lari Sona Langking kaget ketika mendapat anjingnya telah pulih dari cedera parah akibat aji-aji sang raksasa.

Melihat hal itu, Kyai Jaluwesi kemudian menamai sumber air itu sebagai Mbelik Panguripan, karena mampu menyembuhkan luka parah yang diderita anjingnya. Beberapa lama setelah peristiwa itu, muncul sepasang pria dan wanita bernama Kyai dan Nyai Sejati yang ingin menguasai tanah di sekitar Gunung Bang. Mereka meminta kepada Kyai Jaluwesi untuk pindah dari tempat itu, dan Kyai Jaluwesi menyanggupinya. Meski begitu Kyai Jaluwesi menginginkan sebuah syarat, yaitu setelah kepindahannya masyarakat Gunung Bang harus mengadakan acara bersih lepen (sungai), penari ledhek (tayub), pada hari Senin Paing setiap tahun sekali. Kemudian Kyai Jaluwesi pindah ke daerah Goa Pindul, hingga moksa dan diyakini menjadi penunggu di Goa Pindul dan Mbelik Panguripan.

Legenda ataupun cerita yang beredar tentunya tidak bisa dipercaya seratus persen, tetapi pembaca yang baik seharusnya mampu menangkap apa yang ada di balik tiap legenda, bukan malah menganggapnya mistis, ataupun tidak masuk akal. Obyek Wisata Goa Pindul Gunungkidul yang saat ini sedang menjadi primadona wisata cave tubing memang sangat menarik dan menawarkan sensasi yang berbeda dengan wisata-wisata yang sudah umum di Yogyakarta.

Sensasi Cave Tubing
Cave tubing hampir sama dengan rafting (arung jeram). Jika rafting atau arung jeram adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing adalah kegiatan menyusuri gua dengan naik di atas ban dalam. Karena aliran air di Obyek Wisata Alam Goa Pindul ini tenang dan debit airnya relatif sama baik di musim penghujan maupun musim kemarau, maka melakukan cavetubing di Goa Pindul ini juga bisa dilakukan oleh para pemula maupun anak kecil.

Saat anda melakukan susur gua di Goa Pindul ini, anda akan menemukan sebuah stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga tampak seperti sebuah pilar dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa(Soko Guru). Stalaktit ini merupakan terbesar di Goa Pindul dan mempunyai peringkat no 4 di dunia.

Fasilitas di Obyek Wisata Goa Pindul
Wisata cavetubing di Goa Pindul ini menyediakan guide yang bisa memandu kita untuk melakukan cave tubing. Pengelola telah menyediakan peralatan cave tubing seperti ban dan life vest (jaket pelampung), serta senter kepala (headlamp). Untuk menyewa fasilitas tersebut, pengunjung akan dikanakan biaya sekitar Rp.25.000 - Rp.30.000.

Terima kasih anda telah mengunjungi blog Cinta Negeri.

Subscribe

01 Februari 2015

Wisata Alam Kawah Putih Ciwidey, Bandung

Kawah Putih Ciwidey

Objek Wisata Kawah Putih Ciwidey - Kawah Putih Ciwidey merupakan salah satu obyek wisata yang cukup terkenal di Bandung, dengan panorama alam yang begitu mempesona membuat Kawasan obyek wisata Kawah Putih Ciwidey ini mempunyai daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.

Kawah putih Ciwidey yang berlokasi di Jl. Raya Soreang Ciwidey 25 km dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Akses untuk menuju tempat wisata kawah putih  ini terbilang sangat mudah yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum ataupun dengan kendaraan pribadi.

Kawah Putih merupakan danau vulkanik yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha yang memiliki ketinggian 2.434 meter diatas permukaan laut. Walaupun merupakan kawah vulkanik, namun Kawah Putih dapat dijangkau langsung oleh para wisatawan, karena saat ini Gunung Patuha sudah dinyatakan tidak aktif lagi. Pesona Alam yang disajikan Kawah Putih begitu indah membuat Wisata Alam ini begitu ramai dikunjungi, banyak diantara pasangan muda memilih Kawah Putih sebagai tempat yang cocok untuk melakukan sesi pemotretan pra wedding.
Kawah Putih Ciwidey

Untuk sampai ke Wisata Alam Kawah Putih, para pengunjung harus menempuh perjalanan menuju ke atas gunung, sekitar 3 Km dari pintu gerbang masuk. Bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi, Anda bisa memilih untuk parkir di area bawah dan menggunakan kendaraan tradisional “ontang-anting” yang disediakan pengelola wisata untuk naik menuju lokasi kawah putih. Namun, Anda juga bisa menggunakan mobil Anda untuk naik ke atas dan memarkir kendaraan Anda di area parkir atas. Untuk Anda yang belum pernah ke Kawah Putih, jangan lupa membawa jaket atau baju hangat yang tebal, karena suhu udara di wilayah ini cukup dingin. Untuk menghindari bau belerang yang menyengat, Anda disarankan memakai masker, jika lupa membawa nya jangan khawatir, sebelum masuk, banyak orang yang menjual masker untuk pengunjung.

Sebelum masuk area kawah, pengunjung harus menuruni beberapa anak tangga. Dari ketinggian tangga, keindahan alam Kawah Putih sudah terlihat dan bau belerang sesekali tercium. Jika cuaca sedang hujan, uap kawah bisa naik ke atas dan menutupi area kawah sehingga terlihat seperti kabut. Pada saat itu disarankan untuk tidak berlama-lama berada di area kawah, karena gas dan bau belerang yang menyengat bisa membahayakan kesehatan. Selain itu, di area kawah terdapat sebuah gua, yang dinamakan Gua Belanda. Gua ini sudah ditutup, jadi pengunjung hanya bisa melihat mulut gua yang sudah disegel papan oleh pengelola wisata.


Sejarah Kawah Putih Ciwidey

Dibalik keindahan pemandangan Kawah Putih, ternyata tempat wisata ini sebelumnya diangap tempat yang angker oleh masyarakat sekitar. Gunung Patuha oleh masyarakat sekitar juga disebut Gunung Sepuh. Nama Patuha sendiri berasal dari kata Pak Tua. Konon menurut cerita masyarakat, diatas Gunung Patuha terdapat makam leluhur dan merupakan tempat pertemuan para leluhur. Sehingga masyarakat sekitar tidak ada yang berani memasuki area kawah pada saat itu. Akhirnya pada tahun 1837, seorang ahli Botani keturunan Jerman Franz Wilhelm Junghun melakukan observasi ke Gunung Patuha dan menemukan danau vulkanik yang sangat indah yang sekarang dikenal sebagai Kawah Putih.

Demikian sekilas mengenai Kawah Putih Ciwidey, segala informasi mengenai objek wisata ini dirangkum dari berbagai sumber, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat Pesona Keindahan Alam Kawah Putih Ciwidey yang Eksotis ini. terima kasih atas kunjungannya dan selamat berkunjung.

31 Januari 2015

Panorama Alam Wisata Air Terjun Setren Wonogiri

Air Terjun Setren

Obyek Wisata Air Terjun Setren yang terletak di Kecamatan Slogohimo kurang lebih 30 Km arah timur Kota Wonogiri ini memiliki panorama alam yang tidak kalah menarik dengan air terjun Tawangmangu. Pemandangan Alam Air Terjun Setren yang masih alami dengan panorama perbukitan dan air terjun menjadi daya tarik tersendiri untuk dinikmati.

Kecamatan Slogohimo merupakan salah satu kecamatan andalan penghasil pendapatan asli daerah (PAD) Wonogiri. Apalagi jika ditilik dari letak geografis, maka wilayah Slogohimo menjadi daerah persimpangan yang cukup ramai. Jika ke timur, akan menuju wilayah Kecamatan Purwantoro yang menjadi daerah perbatasan dengan wilayah Jawa Timur, sementara jika ke selatan akan menembus wilayah Jawa Timur pula.

Potensi alam pegunungan menjadi salah satu sumber penghasil devisa domestik, yakni air terjun Girimanik yang berada di Desa Setren. Daerah ini bisa dikatakan menyerupai daerah Tawangmangu, Karanganyar, cuma daerah Setren belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Namun jika ditilik dari kondisi alam, keindahan dan kesejukannya hampir sama dengan wilayah Tawangmangu, Karanganyar.

Sejak tahun 2000, Pemerintah Kabupaten Wonogiri mencoba mengembangkan wisata alam pegunungan air terjun Girimanik. Kekayaan alam pegunungan menjadi salah satu andalan daerah Slogohimo. Bahkan, Pemkab Wonogiri juga menaruh harapan besar dari daerah pegunungan Girimanik. Alasannya, daerah pegunungan Girimanik jika dikembangkan secara maksimal akan mampu menghasilkan pendapatan asli daerah.

Selain Air terjun Setren, di pegunungan Girimanik juga terdapat wisata spiritual, sehingga di wilayah Wonogiri wisata spiritual bisa dijumpai di Kecamatan Tirtomoyo, Paranggupito dan Slogohimo.

Di wisata alam Girimanik terdapat tiga air terjun, yakni air terjun Manikmoyo, air terjun Condromoyo, dan air terjun Tejomoyo. Daya tarik fisik berupa pemandangan alam pegunungan yang asri dan alami, menjadikan air terjun tersebut bisa jadi andalan pengembangan pariwisata.

Setiap tahun, di Setren dilangsungkan upacara adat susuk wangan, yakni upacara syukur dari warga Setren atas hasil bumi yang diraih. Saat upacara susuk wangan itu, pengunjung wisata bisa melihat ratusan ayam panggang yang dipersembahkan oleh para petani kepada Sang Khalik.

Selain itu, hutan Donoloyo yang ditumbuhi pohon jati ukuran besar menjadi salah satu potensi yang dikembangkan oleh Kecamatan Slogohimo. Selain itu Wilayah Kecamatan Slogohimo juga dikenal oleh masyarakat sebagai penghasil buah durian. Buah Durian dari Slogohimo sering dikirim ke Jakarta atau kota-kota besar lain. Terlebih buah durian dari Slogohimo memiliki citarasa tersendiri. Buah durian sangat potensial dan cocok dikembangkan di wilayah Slogohimo

Empat desa sentral durian adalah Desa Slogohimo, Sedaya, Gunan, dan Sokoboyo. Untuk menunjang agrobisnis, di Desa Setren juga akan dikembangkan tanaman durian. Dinas Pertanian Wonogiri telah memberikan bantuan sebanyak 400 batang bibit durian untuk dikembangkan di Setren.

Demikian ulasan mengenai Air Terjun Setren, segala informasi mengenai objek wisata ini dirangkum dari berbagai sumber, semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat tentang Pesona keindahan Air Terjun Setren, Wonogiri. Semoga bermanfaat


30 Januari 2015

Eksotisme Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul

air terjun sri gethuk

Objek Wisata Air Terjun Sri gethuk - Terletak di antara ngarai sungai Oya yang dikelilingi areal persawahan yang hijau, membuat Pesona Alam Air Terjun Sri Gethuk semakin menarik untuk dinikmati. Air Terjun yang terletak  di Padukuhan Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta  ini merupakan air terjun yang bukan berasal  dari aliran sungai utama. Justru Air Terjun Srigethuk membelah tebing sungai Oya dan menyatu dalam aliran yang sama, jadi tidak mengherankan jika ada suasana kontras. Air terjun demikian jernih, sementara air sungai Oya keruh. Perpaduan yang menarik untuk dinikmati. Air Terjun Sri Gethuk selalu mengalir tanpa mengenal musim. Gemuruhnya menjadi pemecah keheningan di bumi Gunungkidul yang terkenal kering.

air terjun sri gethuk

Untuk menuju lokasi wisata Air Terjun Srigethuk tidaklah sulit. Ada banyak papan penunjuk yang akan menghantar Anda sampai di lokasi. Selepas lapangan terbang Gading, Anda tinggal berbelok ke kanan. Setelah pasar Playen, ada pertigaan dengan papan penunjuk ke arah kanan. Ikuti terus jalan itu dan perhatikan papan petunjuknya. Jalanan desa yang mulus seolah melepas image tentang Gunungkidul yang serba berkekurangan.

Suasana ini sungguh berbeda dengan situasi dua tahun yang lalu. Jalanan berbatu itu telah berganti dengan jalanan beraspal. Jalan menuju lokasi pun telah dibuat melingkar melewati gua Rancang kencono. Jalan lingkar yang berbatu ini melewati pemandangan alam yang indah dengan hamparan tegalan. Jalan lingkar ini dibuat untuk memudahkan pengunjung sehingga tidak terjebal kemacetan ketika arus pengunjung membludak.


Warung-warung yang menjajakan aneka masakan khas Gunungkidul pun berjajar rapi hingga ke bibir sungai. Fasilitas kamar mandi dan ruang ganti pun telah tersedia di areal parkiran.

Dahulu, hanya ada satu gethek yang melayani. Kini, saya melihat ada tiga gethek yang siap mengantar para wisatawan yang akan menikmati keindahan Srigethuk. Para wisatawan yang menggunakan jasa gethek ini harus merogoh kocek sebesar sepuluh ribu untuk pulang pergi. Jika ingin sedikit tantangan, Anda bisa menuju ke lokasi dengan berjalan kaki melalui pematang sawah dan tegalan.


Memasuki areal Wisata Air Terjun Sri Gethuk, aura mistis begitu, Kuatnya aura itu semakin diperkuat dengan beredarnya mitos yang ada dan berkembang di tengah masyarakat. Sri Gethuk adalah nama yang disematkan untuk air terjun ini. Nama ini berasal dari sebuah alat musik gamelan, yaitu kethuk. Konon, di lokasi inilah jin Angguro Menduro menyimpan kethuk. Lama kelamaan dan untuk lebih mudah mengucapkan, lafal kethuk berubah menjadi gethuk. Jadilah nama Sri Gethuk. Jadi, nama gethuk tidak berkaitan dengan nama salah satu makanan khas Gunungkidul.

Demikian ulasan singkat mengenai Air Terjun Srigethuk Gunungkidul, segala informasi mengenai objek wisata yang eksotis ini dirangkum dari berbagai sumber. semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat tentang Pesona Keindahan Objek Wisata Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul. semoga bermanfaat.

25 Januari 2015

Gua Rancang Kencono


Objek Wisata Gua Rancang Kencono - Goa Rancang Kencono merupakan obyek wisata goa yang terdapat di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunugkidul, Yogyakarta. Obyek wisata ini belum begitu terkenal, akan tetapi sebenarnya goa ini berada pada satu kawasan dengan destinasi wisata yang cukup terkenal yaitu Air Terjun Sri Gethuk.

Sejarah Goa Rancang Kencono

Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam Kawasan Karst Pegunungan Sewu dengan panorama alam yang unik. Selain fenomena di permukaan (eksokarst) yang berbentuk perbukitan karst, di Kabupaten Gunungkidul juga terdapat fenomena di bawah permukaan (endokarst) yang berbentuk sungai bawah tanah, lembah, telaga, hingga luweng dan gua. Karena itu tak heran jika Gunungkidul memiliki banyak gua yang tersebar di perut bumi. Salah satu gua yang bisa dimasuki siapa saja tanpa peralatan khusus adalah Gua Rancang Kencono yang terletak di Desa Wisata Bleberan, Kabupaten Gunung Kidul.


Berdasarkan buku "Mozaik Pusaka Budaya Yogyakarta" yang disusun oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, Gua Rancang Kencono merupakan gua purba sejajar dengan Gua Braholo yang terdapat di Kecamatan Rongkop, hal ini didasarkan pada penemuan artefak dan tulang belulang yang diperkirakan hidup pada ribuan tahun yang lalu. Gua yang mempunyai ruangan luas dan lapang dengan pohon klumpit yang diperkirakan sudah berusia lebih dari 2 abad ini pernah dijadikan sebagai tempat persembunyian dan pertemuan Laskar Mataram pada saat menyusun rencana untuk mengusir Belanda dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Karena digunakan untuk merancang strategi demi tujuan mulia maka gua ini dinamakan Gua Rancang Kencono.

Untuk memasuki Wisata Alam Gua Rancang Kencono cukup menuruni tangga batu yang sudah dibangun sejak dulu. Sebatang pohon klumpit yang tingginya sudah melampaui atap gua menyambut dengan gagahnya. Lubang besar akibat lapuk terlihat di batang pohon menjadi penanda usianya yang sudah renta. Gua Rancang Kencono memiliki sebuah pelataran atau ruang yang luas dan bisa digunakan untuk mengadakan pertemuan. Stalaktit tampak menghiasi langit-langit gua, banyak diantaranya sudah mati sehingga tidak terlihat lagi air yang menetes. Di sebelah ruangan yang luas terdapat ruang kecil dan sempit serta gelap gulita. Untuk memasuki ruang ini harus melewati sebuah celah kecil dengan merunduk. Di dalam ruang yang sempit ini terdapat lukisan bendera merah putih serta kata-kata penyemangat yang ditujukan kepada para pejuang. 

Selain relung gua yang sempit dan gelap, di sisi lain juga terdapat lorong yang konon menghubungkan Gua Rancang Kencono dengan Air Terjun Sri Gethuk. Saat memasuki lorong tersebut harus berjalan jongkok bahkan sesekali merangkak karena langit-langitnya sangat pendek. Menurut pengelola, sebagian lorong tersebut telah runtuh sehingga tidak bisa ditelusuri. Saat malam menjelang, Gua Rancang Kencono yang disinari samar cahaya bulan terlihat mistis sekaligus eksotis.

Demikian sekilas mengenai Gua Rancang kencono, segala informasi mengenai objek wisata ini di rangkum dari berbagai sumber. semoga ulasan singkat ini bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Keindahan Gua Rancang Kencono yang Eksotis. semoga bermanfaat.


Panorama Alam Taman Nasional Pulau Komodo


Objek Wisata Pulau Komodo - Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau Komodo juga merupakan kawasan Taman Nasional Pulau Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.


Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Taman Nasional Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.


Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam, pohon kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak (sterculia oblongata) ini di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong

Pulau Komodo  sangat mengesankan , menelusuri pulau yang eksotis, menyelami birunya laut, dan bermandikan cahaya mentari sambil melihat jejak-jejak kehidupan masa lalu yang terpelihara dan akan  menjadi bagian dari ragam keindahan Indonesia.

Sebenarnya daya tarik Taman Nasional Komodo tidak semata-mata oleh kehadiran Komodo belaka. Seperti yang dikutip dari situs resmi Kementerian Kehutanan yang mengelola situs Taman Nasional Komodo ini, panorama savana dan pemandangan bawah laut merupakan daya tarik pendukung yang potensial. Wisata bahari misalnya, memancing, snorkeling, diving, kano, bersampan. Sedangkan di daratan, potensi wisata alam yang bisa dilakukan adalah pengamatan satwa, hiking, dan camping. Mengunjungi Taman Nasional Komodo dan menikmati pemandangan alam yang sangat menawan merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

Sejarah Taman Nasional Pulau Komodo

Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature" yang baru diumumkan pada tahun 2010 melalui voting secara online di www.N7W.com.Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain. Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak.

Demikian ulasan singkat mengenai Kawasan Objek Wisata Pulau Komodo, segala informasi mengenai objek wisata ini dirangkum dari berbagai sumber. semoga bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pesona Keindahan Kawasan Nasional Pulau Komodo. semoga bermanfaat

17 Januari 2015

Wisata Alam Sangeh Bali



Wisata Alam Sangeh - Taman Wisata Alam Sangeh merupakan salah satu Obyek Wisata yang ada di Pulau Bali. Walaupun Sangeh belum setenar Pantai Kuta, Tanah Lot, ataupun tempat wisata lainnya di Bali, taman wisata sangeh ini juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung. Lokasi Objek Wisata Sangeh hanya terletak sekitar 20 km saja dari Denpasar.

Salah satu pesona dari  Taman Wisata Alam Sangeh Bali adalah wisata hutan yang didalamnya terdapat banyak sekali kera-kera yang menghuni sekitaran hutan sangeh. Untuk berkunjung ke sangeh, pengunjung hendaknya lebih berhati-hati, karena kera-kera yang berada di Sangeh terkenal dengan kejahilannya, seperti mengambil barang bawaan pengunjung, dan akan mengembalikannya kalau pengunjung memberikan makanan kesukaannya seperti pisang, kacang ataupun makanan lainnya. 


Yang menarik dari kera-kera penghuni Wisata Alam Sangeh adalah, mereka ternyata juga memiliki beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok memiliki satu pemimpin. Tapi dari kelompok-kelompok tersebut masih memiliki pemimpin tertinggi atau raja dari semua raja kera yang ada di Sangeh. Pemimpin tertinggi tersebut berdiam di suatu tempat yang paling luas. Ditempat raja kera ini tinggal terdapat sebuah Pura Yang sangat terkenal kesakralannya yaitu Pura Bulit Sari.

Layaknya manusia ketika hendak memilih calon pemimpinnya, kera-kera itu juga menetapkan kera yang dipilih yang dianggap memiliki kharisma dan kekuatan yang diatas rata-rata. Para pemimpin ini memiliki hak-hak yang melebihi kera lainnya terutama dalam mengawini kera betina atau dalam jatah makanan. Biasanya kera yang dituakan atau dianggap rajanya kera akan diberikan kesempatan untuk mendapatkan makanan sampai puas, baru setelah puas sisanya diberikan kepada kera lainnya.

Menurut pengelola Taman Wisata ini, Hutan Wisata Sangeng dibuat sebagai taman dari kerajaan Mengwi. Agar terlihat cantik taman ini ditanami pohon pala yang khusus didatangkan dari Gunung Agung. Sebenarnya rencana pembuatan taman ini sangat dirahasikan namun akhirnya pembuatan taman ini diketahui oleh beberapa orang, akibatnya pembuatan taman itu dihentikan, hingga akhirnya kawasan itu diberi nama Sangeh, yang artingya ada orang yang melihat.

Sangeh terletak 20 km di sebelah utara Denpasar, di seberang jalan menuju Pelaga. Selain kera, daya tarik dari objek wisata ini adalah pura yang terletak di tengah pohon pala yang disebut dengan Pura Bukit Sari. Hutan pohon pala merupakan areal suci pura yang dikeramatkan oleh masyarakat Desa Adat Sangeh.

Seperti yang dimaksud diatas, Taman Wisata Alam Sangeh, terletak di Desa Sangeh, Badung, Bali, sekitar 20 km di sebelah utara Denpasar, di seberang jalan menuju   Pelaga. yang mempunyai Daya tarik dari objek wisata ini adalah pura yang terletak di tengah   pohon pala yang disebut dengan Pura Bukit Sari.

Hutan pohon pala merupakan areal   suci pura yang dikeramatkan oleh masyarakat Desa Adat Sangeh. Di tengah hutan   lebat yang hijau terdapat banyak kera jinak yang sering mempesona   para wisatawan.

Selain pohon pala, masih ada tanaman yang terkenal di hutan Sangeh. Masyarakat setempat biasa menyebutnya Pohon Lanang Wadon, karena bagian bawah pohon itu berlubang sehingga menyerupai alat kelamin perempuan, sedangkan di tengah lubang tersebut tumbuh batang yang mengarah ke bawah yang terlihat seperti alat kelamin pria. Pohon itu tumbuh persis di pelataran depan tempat wisata Sangeh dan sebenarnya merupakan pohon pule.

Di Bali, pohon pule memiliki banyak keistimewaan karena kayunya sering digunakan untuk keperluan khusus, misalnya, membuat topeng yang dipakai sebagai sungsungan.

20 Desember 2014

Menikmati Pesona Keindahan Goa Maharani Lamongan

Objek Wisata Goa Maharani

Objek Wisata Goa Maharani - Goa Maharani merupakan salah obyek wisata alam yang berada di Kecamatan paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Goa Maharani ditemukan pertama kali secara tidak sengaja pada tahun 1992 dan mulai diresmikan sebagai objek wisata pada tanggal 10 Maret 1994 oleh Bupati Lamongan. Gua yang disebut juga sebagai gua Istana Maharani ini berada di kedalaman 25 m dari permukaan tanah dengan rongga gua seluas 2500 m2.

Di Kawasan Objek Wisata Gua Maharani ini terdapat berbagai fasilitas sebagai sarana pendukung bagi para pengunjung obyek wisata goa maharani seperti tempat ibadah, klinik kesehatan, WC umum, area parkir yang luas, serta para pedagang makanan dan juga toko souvernir yang menyediakan oleh-oleh yang khas sehingga dengan adanya fasilitas ini membuat para pengunjung Objek Wisata Goa Maharani menjadi lebih nyaman.

Saat anda memasuki wisata gua maharani, anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan didalam goa maharani yaitu adanya stalaktit dan stalakmit yang memancarkan sinar warna-warni yang begitu indah. Hal inilah yang membuat wisata ke gua maharani berbeda daripada gua lainnya.

Untuk menuju Lokasi Kawasan Objek Wisata Goa Maharani dapat di akses dari kota Surabaya maupun Kabupaten Tuban menuju Lamongan karena lokasi goa maharani ini letaknya di tepi jalan perlintasan dari arah Gresik ke Tuban. Objek Wisata ini dibuka mulai Jam jam 07.30 sampai dengan jam 12.30 dan dibuka kembali pada jam 13.00 sampai dengan pukul 17.00 dan dibuka setiap hari untuk umum.  Jarak yang ditempuh dari Surabaya ke lamongan kurang lebih 60 km atau sekitar 1,5 jam perjalanan dengan naik kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Sedangkan dari Kabupaten Tuban sekitar 30 km atau sekitar setengah jam dengan naik kendaraan pribadi maupun umum untuk sampai ke Lamongan.

Demikian sekilas mengenai Wisata Goa Maharani, segala informasi mengenai objek wisata ini dirangkum dari berbagai sumber. Semoga ulasan singkat ini bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pesona Keindahan Goa Maharani Lamongan. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

18 Desember 2014

Pesona Keindahan Alam Kawah Ijen Yang Eksotis

Kawasan Objek Wisata Kawah Ijen

Objek Wisata Kawah Ijen - Kawah Ijen merupakan sebuah danau kawah yang lokasinya berada di puncak Gunung Ijen di kentinggian  2368 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau mencapai 200 meter dan luasnya mencapai 5466 Hektar. Kawasan Objek Wisata Kawah Ijen atau Cagar Alam Taman Wisata Ijen berada di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.

Kawah Ijen merupakan salah satu kawah yang memiliki keasaman terbesar di Dunia dengan tingkat keasaman yang hampir mendekati nol yang bisa meluluhkan tubuh manusia. Namun dibalik tingkat keasaman dalam kawah yang berbahaya ini tersimpan Pesona Keindahan Kawah Ijen yang Begitu mempesona dengan balutan belerang yang berwarna hijau toska.

Pesona Keindahan Kawah Ijen

Selain itu di kawasan wisata Gunung Ijen ini juga terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif. Saat berada di Lokasi  kawasan Wisata kawah Ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka yang menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi dengna gas beracun yang berbahaya.

Akses Menuju Lokasi Kawasan Wisata Kawah Ijen
Untuk menuju Lokasi Wisata Gunung Ijen bisa di akses dari dua arah yaitu, dari utara dan dari selatan. Jika anda dari arah utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari dan dilajutkan ke Paltuding. Jarak dari Situbondo ke Paltuding sekitar 93 Km dan dapat ditempur sekitar 2,5 jam.

Sementara jika anda dari arah selatan, bisa dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km. Dari Licin menuju Paltuding berjarak 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Ini dikarenakan jalan yang berkelok dan menanjak.

Demikian sekilas mengenai Kawah Ijen, segala informasi mengenai kawah nan eksotis ini dirangkum  dari berbagai sumber. Semoga ulasan singkat ini bisa menjadi referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pesona Keindahan Alam Kawah Ijen Banyuwangi. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

Panorama Alam Objek Wisata Bedugul Yang Eksotis


Obyek Wisata Bedugul Bali - Bedugul merupakan sebuah tempat wisata di Pulau Bali yang terletak di daerah pegunungan yang memiliki suasana sejuk dan nyaman dengan keindahan alam yang masih  alami. Di Kawasan Obyek Wisata Danau Bedugul, kita akan disuguhi dengan keindahan pemandangan alam danau beratan dan Pura Ulun Danu yang terletak di Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Jaraknya kurang lebih sekitar 70 km dari wilayah wisata Pantai Kuta atau dari Bandara Ngurah Rai. Bangunan pura dan stupa Budha di areal taman wisata Bedugul ini merupakan bangunan tempo dulu dan terbilang kuno, tapi semua keadaan fisiknya masih bersih dan tertata rapi karena pemeliharaan rutin.

Dalam perjalanan menuju Lokasi Objek Wisata Bedugul, kita akan disuguhi dengan pemandangan kebun sayur dan lembah indah di sepanjang jalan, yang menjadikan suasana perjalanan anda lebih menyenangkan. Keberadaan Bedugul yang terletak di dataran tinggi, menjadikan objek wisata ini terlihat sangat sejuk dengan keindahan alam pegunungan yang masih alami. Danau Beratan Bedugul terlihat bersih dan unik yang ditengahnya terdapat sebuah pura Ulun Danu yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai Dewi pemberi kesuburan. banyak wisatawan lokal maupun manca Negara yang melakukan kunjungan wisata dengan  tujuan Bedugul. Pada saat-saat hari baik menurut kalender Hindu, kita sering bertemu rombongan warga yang melakukan kegiatan prosesi upacara agama, baik itu rangkaian upacara di Pura ataupun Ngaben di Kawasan Objek Wisata Bedugul Bali.

Sementara itu di Bedugul para wisatawan juga akan dimanjakan dengan keberadaan kebun yang memiliki berbagi jenis buah-buahan dan sayur-sayuran, yaitu Kebun Raya yang merupakan satu-satunya di Bali. Sedangkan Di areal Wisata Danau Beratan Bedugul juga telah disiapkan kapal boat atau sampan yang disewakan bagi pengunjung agar bisa lebih menikmati keindahan Danau Beratan.

Objek Wisata di Bedugul
Beberapa objek wisata yang juga terdapat di kawasan Bedugul ialah, Pura Luhur Ulundanu Bedugul, Danau Beratan, Danau Tamblingan, Danau Buyan, Kebun Raya Eka Karya Bedugul. Selain itu juga terdapat objek wisata pendukung lainnya yang juga terkenal seperti Air Terjun Git-git dan Air Panas Angseri.

Rute Perjalanan
Untuk menuju ke Lokasi Objek Wisata Bedugul, saat ini belum terdapat angkutan umum yang melayani rute Denpasar – Bedugul, namun anda bisa menggunakan bus kecil tujuan Denpasar – Singaraja dan turun di Bedugul. Jarak tempuh ke objek wisata ini dari Denpasar, sekitar 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

Demikian ulasan singkat mengenai Objek Wisata Bedugul, segala informasi mengenai objek wisata ini dirangkum dari berbagai sumber. semoga ulasan singkat ini bisa menjadikan referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat tentang Pesona Keindahan Alam Objek Wisata Bedugul Bali. Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat.

Menikmati Pesona Keindahan Alam Tangkuban Perahu

Wisata Alam Tangkuban Perahu Jawa Barat

Wisata Alam Tangkuban Perahu Jawa Barat - Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian 2.084 meter.

Wisata Alam Tangkuban Perahu Jawa Barat

Bentuk Tangkuban Perahu adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.

Wisata Alam Tangkuban Perahu Jawa Barat

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu
Sejarah asal usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Perahu.

Wisata Alam Tangkuban Perahu Jawa Barat

Gunung Tangkuban Perahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Di antara tanda aktivitas gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunungnya, di antaranya adalah di kasawan Ciater, Subang.


Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga besar yang kini merupakan kawasan Bandung. 

Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m di atas permukaan laut merupakan sisa dari danau besar yang terbentuk dari pembendungan Ci Tarum oleh letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Perahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung Sunda Purba terhadap peristiwa pada saat itu.

Rute Transportasi
Rute jalan untuk sampai di kawasan obyek wisata Gunung Tangkuban Perahu adalah melewati pintu tol Pasteur, dilanjutkan ke Jl. Dr. Djunjunan - lanjut ke Pasirkaliki - melewati Sukajadi - Setiabudi - Lembang lalu sampai ke lokasi Tangkubanparahu (Gerbang Atas).

Bila keluar melalui pintu tol Padalarang (via Cipularang), bisa ambil arah ke Cimahi lalu belok ke kiri melalui Jl. Kolonel Masturi, lalu terus saja ikuti jalan Kolonel Masturi hingga ujungnya (melewati daerah kecamatan Cisarua dan kecamatan Parongpong, Kab. Bandung Barat), lalu saat bertemu pertigaan Jl. Raya Lembang, belok kiri dan terus saja ikuti jalan melewati markas Brimob dll., ketika sudah melewati plang Tahu Tauhid di sebelah kiri maka sekitar 200 meter lagi akan sampai di Gerbang akses ke wisata kawah Tangkuban Perahu (kiri jalan).

Demikian sekilas mengenai Gunung Tangkuban Perahu Jawa Barat, segala informasi mengenai objek wisata ini dirangkum dari berbagai sumber. semoga ulasan singkat ini bisa menjadikan referensi bagi anda untuk mengenal lebih dekat mengenai Pesona Keindahan Objek Wisata Tangkuban Perahu Jawa Barat. Terima Kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat.

26 Oktober 2014

Objek Wisata Cukang Taneuh Jawa Barat

Objek Wisata Cukang Taneuh Jawa Barat

Objek Wisata Cukang Taneuh Jawa Barat - Cukang Taneuh atau Green Canyon merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak di desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktit dan stalakmitnya.

Selain itu, Wisata Alam Cukang Taneuh ini diapit oleh dua bukit bebatuan yang menjulang tinggi  dengan rerimbunan pepohonan yang menjadikan wisata alam ini begitu eksotis dengan aroma alam yang masih perawan.

Objek Wisata Cukang Taneuh Jawa Barat

Untuk mencapai tempat Objek Wisata Alam Cukang Taneuh, pengunjung harus menyewa sebuah perahu kayuh dari dermaga Ciseureuh. Perjalanannya memakan waktu kurang lebih 30-45 menit dengan jarak sekitar 3 km untuk sampai ke Wisata Alam Green Canyon. Harga sewa sampannya sekitar Rp.75.000 untuk maksimal 5 orang dan beroperasi setiap hari mulai dari pukul 7.30 sampai 16.00 WIB.  Kegiatan yang dapat dilakukan di Objek Wisata Cukang taneuh ini diantaranya panjat Tebing, berenang, bersampan sambil memancing.

Demikian sekilas tentang objek wisata Cukang Taneuh, segala informasi mengenai objek wisata ini dirangkum dari berbagai sumber. Selamat berkunjnung dan terima kasih.

17 Oktober 2014

Wisata Alam Kaliurang, Yogyakarta



Wisata Alam Kaliurang, Yogyakarta – Kaliurang merupakan tempat wisata alam yang terletak di provinsi Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Sleman yang berbatasan dengan provinsi Jawa Tengah.

Objek Wisata Kaliurang terletak didaerah dataran tinggi banyak resor atau tempat peristirahatan karena sejuknya udaranya. Maka di sini terdapat banyak vila-vila penginapan, kebanyakan orang sekitar menyebutnya wisma. Tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri di Objek Wisata alam kaliurang adalah Tlaga Putri.

Akses menuju ke Kaliurang cukup mudah, pengunjung bisa jalan kaki atau menumpang angkutan bus, taxi, ojek atau becak yang melewati Jalan Kaliurang. Jarak Wisata Kaliurang dari kota Yogyakarta kurang dari 1 jam, sedangkan dari Surakarta kurang lebih dari 3 jam.

Terima kasih anda telah mengunjungi blog Cinta Negeri.

Subscribe

09 Oktober 2014

Pesona Keindahan Air Terjun Grojogan Sewu




Air Terjun Grojogan Sewu merupakan salah satu air terjun dan juga bagian dari hutan Wisata Grojogan Sewu yang terletak di lereng gunung lawu sekitar 27 km sebelah timur dari Kota Karanganyar, Jawa Tengah. Grojogan Sewu Tawangmangu menawarkan keindahan alam yang begitu mempesona dengan curahan air terjunnya yang tidak berpusat pada satu titik tapi menyebar ke berbagai penjuru.

Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Meski air terjun di sini tidak berjumlah seribu, tetapi ada beberapa titik air terjun yang dapat dinikmati di sini. Kata sewu atau seribu disini berasal dari seribu pecak, atau satuan jarak yang digunakan saat itu yang merupakan tinggi air terjun. Satu pecak sama dengan satu telapak kaki orang dewasa. Air terjun tertinggi yang ada tingginya sekitar 80 meter. Ada pula air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi pancurannya meluas dan membentuk cabang-cabang. Bila sedang musim hujan, sekeliling tebing akan dihujani air terjun, tetapi saat musim panas, banyak air terjun yang kering.

Hutan Wisata Grojogan Sewu memiliki luas 20 Ha. Kawasan hutan ini banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan dan dihuni oleh sekelompok kera jinak. Beberapa fasilitas dari hutan wisata ini adalah Taman Binatang Hutan, kolam renang, tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan cinderamata, mushola dan MCK.

Akses Objek Wisata Grojogan Sewu

Jika anda menggunakan kendaraan umum, anda bias naik bus dari terminal Tirtonadi, Solo dengan rute Solo-Karanganyar-Karangpandan-Tawangmangu. Sesampainya di terminal Tawangmangu, anda akan berjalan ke lokasi Grojogan Sewu sekitar 1 kilometer. Atau kalau tidak mau capek, anda bias naik kendraan umum yang siap mengantar ke Lokasi Wisata.

Terima kasih anda telah mengunjungi blog Cinta Negeri.

Subscribe

06 Oktober 2014

Batu Secret Zoo jatim Park 2


Batu Secret Zoo merupakan objek  wisata dan kebun binatang yang berada di Kota Batu, Jawa Timur. Dibangun diatas tanah seluas 14 hektare, Batu Secret Zoo merupakan bagian dari jatim Park 2, selain Pohon Inn dan Museum Satwa. Di tempat ini para pengunjung bisa menemukan keanekaragaman fauna yang berasal dari Asia dan Afrika, seperti burung macau, singa putih, kijang dan berbagai binatang khas asia dan afrika lainnya.

Batu Secret Zoo A memanjakan pengunjung dengan berbagai macam koleksi hewan, yang dibentuk sesuai dengan habitatnya. Di area ini terdapat Reptile Garden, Flying Lemur, Aquarium, dan rumah bagi hewan-hewan. Savannah adalah sebuah terowongan berdinding kaca agar para pengunjung dapat menyaksikan ekosistem dari hewan-hewan Afrika, seperti Giant Sable Antelope, Scimitar-Horned oryx, Zebra, dan para hewan berkuku lainnya. Selain itu para pengunjung juga dapat mencari informasi dari layar sentuh yang sudah dipasang di terowongan.

Sedangkan di Kampung Afrika, pengunjung dapat melihat hewan-hewan kecil seperti mirkat, marmut, kelinci, dan lain sebagainya. terdapat juga cafe yang dibuka untuk beristirahat, dan petugas yang menjaga di kandang gajah. Pengunjung dapat memberi makan dan menyaksikan kehidupan bayi Gajah Sumatra di kandang ini.

Terima kasih anda telah mengunjungi blog Cinta Negeri.

Subscribe

Kawah Putih Ciwidey Yang Eksotis


Kawah Putih Ciwidey merupakan salah satu objek wisata alam favorit di Bandung yang menawarkan keindahan alam yang eksotis yang jarang di temukan di daerah lain. Wisata Kawah Putih Ciwidey terletak  di jl. Raya Soreang Ciwidey atau sekitar 25 km dari Kabupaten Bandung. 

Kawah Putih merupakan sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat, saat berarti surut dalam Bahasa Sunda, yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada sekitar abad X dan XII silam.


Untuk menuju Kawasan Wisata Kawah Putih,  pengunjung bisa menggunakan rute  perjalanan sebagai berikut: Pengunjung dari luar Bandung yang menggunakan kendaraan roda empat dapat melewati jalur pintu Keluar Tol Kopo, melewati sayati dan dilanjutkan ke Soreang, dari soreang dilanjukan ke Ciwidey dan sampailah di lokasi kawah putih. Sementara untuk rute alternatif bisa menggunakan jalur tol Buah Batu.
Sementara bagi para pengunjung yang menggunakan kendaraan umum, akses ke kawah putih bisa ditempuh dengan menggunakan jalur terminal Leuwi Panjang lalu dilanjutkan ke terminal Ciwidey lanjut ke lokasi Kawah Putih.

Terima kasih anda telah mengunjungi blog Cinta Negeri.

Subscribe

29 September 2014

Menikmati Keindahan Alam Diatas Puncak Suroloyo


Puncak Suroloyo merupakan puncak tertinggi di Perbukitan Menoreh, Yogyakarta dengan memiliki ketinggian kurang lebih mencapai 2000 meter dpl yang membentang sepanjang Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di Puncak Suroloyo ini, Para pengunjung selain bisa menikmati keindahan alam disekitar perbukitan, diatas bukit ini anda bisa melihat kota Yogyakarta serta melihat langsung keindahan Candi Borobudur.

Di Objek Wisata Puncak Suroloyo ini  juga terdapat tiga buah gardu pandang yang secara umum disebut pertapaan, masing-masing gardu memiliki nama yaitu Suroloyo, Sariloyo dan Kaendran. Selain itu, Bukit Suroloyo juga merupakan tempat yang menyimpan cerita legenda. Legenda ini mengkisahkan seorang Raden Mas Rangsang yang kemudian hari bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo, bertapa untuk menjalankan wangsit yang datang padanya.

Legenda Puncak Suroloyo

Legenda mengenai Puncak Suroloyo bermula dari seorang pujangga bernama Ngabehi Yasadipura dari Keraton Surakarta yang dalam kitabnya berjudul Cabolek. Ia mengisahkan bahwa Raden Mas Rangsang, Putra Mahkota Kerajaan Mataram Islam, pernah menerima wangsit untuk menjadi penguasa tanah Jawa. Raden Mas Rangsang harus berjalan kaki dari keraton di wilayah Kotagede menuju ke arah barat. Setelah menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 40 kilometer di wilayah Pegunungan Menoreh, ia jatuh pingsan karena kelelahan. Dalam pingsannya, Raden Mas Rangsang mendapat wangsit yang kedua. Wangsit tersebut memerintahkan agar Raden Mas Rangsang, yang ketika besar bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma, untuk melakukan tapa kesatrian di tempat itu. Tempat itulah yang sekarang disebut dengan Puncak Suroloyo.

Wisata Puncak Suroloyo
Ada tiga pendopo di Puncak Suroloyo. Pendopo pertama ialah Pertapaan Suroloyo yang lokasinya berada di paling bawah dibandingkan dengan dua pendopo lainnya, dari pendopo ini pengunjung bisa melihat keindahan dari Candi Borobudur. Untuk pendopo kedua bernama Pertapaan Sariloyo terletak 200 meter ke arah barat. Dari Pertapaan Sariloyo ini, para pengunjung bisa menikmati keindahan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Untuk mencapai pendopo ketiga, pengunjnug harus naik tangga sekitar 200 meter lagi. Pendopo ini diberi nama Pertapaan Kaendran. Dari tempat ini secara samar-samar akan terlihat warna biru berbatas dengan abu-abu yang merupakan Pantai Glagah di Kulonprogo. Semua pertapaan ini berada dalam satu area berdekatan di kawasan Puncak Suroloyo. Puncak Suroloyo merupakan satu titik temu antara empat gunung, yakni: Merapi, Sindoro, Sumbing dan Merbabu.

Akses Menuju Puncak Suroloyo
Untuk menuju kawasan Wisata Puncak Suroloyo, ada dua jalur yang bisa anda pilih sebelum menuju Puncak Suroloyo, pertama adalah rute Jalan Godean - Sentolo - Kalibawang sementara untuk  rute kedua melalui Jalan Magelang - Pasar Muntilan - Kalibawang. Untuk mencapai puncak Suroloyo, harus melewati perjalanan yang naik turun dengan kelokan tajam serta tanjakan yang curam. Jalan menuju Puncak Suroloyo bisa dilalui motor, namun untuk mobil harus berhati-hati karena lebar jalan sebesar 3 meter. Jika sudah melewati jalan sempit berkelok, jalan yang perlu ditempuh adalah tangga menuju ke Puncak Suroloyo. Untuk mencapai Puncak Suroloyo harus melewati sebanyak 290 anak tangga. ( Dari berbagai sumber )

26 September 2014

Wisata Alam Danau Segara Anak Yang Eksotis


Objek Wisata Alam Segara Anak, Lombok - Segara Anak merupakan danau kawah yang berada di lembah sisi barat Gunung Rinjani yang secara geografis terletak di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nama Segara Anak berarti anak laut yang di yakini sebagai bagian dari laut yang terpecah ke dalam sebuah pulau.

Danau Segara Anak
terletak pada ketinggian kurang lebih 2000 mdpl. Jika anda mendaki gunung Rinjani (3726 Mdpl), umumnya Tour Guide akan membawa anda melintasi danau ini dan bermalam di sana.
Banyak hal menarik yang dapat dilakukan di danau ini, selain bisa menikmati pemandangan alam yang cukup indah, di Danau Segara Anak juga terdapat banyak ikan mulai dari ikan nila, mas, dan mujair. Ikan-ikan ini sengaja dikembangbiakkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat untuk menambah daya tarik tersendiri dari danau segara anak. Jangan lupa untuk menyiapkan peralatan pancing bagi anda yang berminat mendaki gunung Rinjani.


Para pendaki Gunung Rinjani banyak yang membuat jalur pendakian dengan menyusuri lembah disamping danau untuk memberikan sesajen pada dewa didasar danau. Dari danau terlihat sebuah gunung volcano (Gunung Baru Jari yang berarti gunung baru jadi)yang merupakan anak gunung rinjani dan didekatnya terdapat sumber air panas yang dipercayai mampu mengobati berbagai penyakit kulit.

Di kawasan perkemahan di dekat danau segara Anak ini terdapat sebuah pohon tua yang dikeramatkan oleh penduduk setempat. Dengan perantara pohon ini diyakini bahwa apa yang kita inginkan dapat terkabul. Mitos yang berkembang di masyarakat setempat bahwa jika anda memiliki keinginan yang belum sempat terkabul maka gantungkanlah sebuah batu pada pohon ini kemudian ucapkan keinginan anda. Jika keinginan anda tercapai, maka batu yang anda gantungkan sebelumnya harus segera dilepaskan. Menurut masyarakat setempat, jika anda tidak mengembalikan batu tersebut maka keinginan yang telah anda raih akan kembali sirna.

Pemandangan di Danau ini sungguh menakjubkan dan sangat indah sehingga banyak wisatawan luar maupun dalam negeri berdatangan dan mendaki Gunung Rinjani untuk menyaksikan ke indahan Danau tersebut. Danau Segara Anak yang luasnya 1.100 ha dengan kedalaman 230 m.

Akses Menuju Danau Segara Anak
Ada beberapa jalur yang dikenal sebagai jalur pendakian Danau Segara Anakan dan atau puncak Rinjani. Pertama, Jalur Sembalun; jalur ini cukup ramai dipilih oleh wisatawan dan pendaki. Jalur Sembalun adalah sebagai berikut: Mataram–Sembalun–Sembalun Lawang–Danau Segara Anak.

Jarak dari Mataram ke Sembalun adalah 4-5 jam perjalanan berkendara. Anda dapat menyewa mobil untuk sampai langsung ke Sembalun. Akan tetapi, apabila Anda memilih naik angkutan umum, Anda harus berganti mobil dua kali. Dari Mataram naik angkutan menuju Aikmel; perjalanan kemudian dilanjutkan dari Aikmel menuju Sembalun dengan kendaraan umum lainnya. Sebaiknya Anda pergi pagi apabila menggunakan angkutan umum, sebab angkutan Aikmel–Sembalun hanya beroperasi sampai pukul 12 siang saja.

Jalur ini didominasi oleh padang sabana, karenanya jalur tersebut agak panas sebab paparan terik Matahari di padang terbuka. Meski begitu, jalur ini tetap menyuguhkan pemandangan alam yang cantik dan tidak terlalu curam jika dibanding jalur Senaru.

Kedua, Jalur Senaru: Mataram–Senaru–Danau Segara Anak–Pelawangan Sembalun–Puncak Rinjani.
Dari Terminal Mandalika di Mataram, perjalanan menuju Senaru dapat ditempuh dengan kendaraan umum atau sewa selama 3-4 jam. Dari Senaru menuju Danau Segara Anakan dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 7-10 jam. Apabila Anda ingin sampai ke puncak Rinjani, untuk mencapai titik selanjutnya yaitu Pelawangan Sembalun, perjalanan memakan waktu 4 jam. Dari sana, perjalanan menuju puncak dapat ditempuh selama 2-3 jam jalan kaki.

Jalur Senaru termasuk paling ramai dipilih pengunjung. Jalur ini juga merupakan jalur pendakian yang juga biasa ditempuh masyarakat Lombok saat hendak menggelar upacara keagaman dan budaya di Danau Segara Anak.

Berbeda dengan Jalur Sembalun yang didominasi padang sabana, jalur Senaru adalah berupa jalur menembus hutan belantara dan melewati rute dengan bebatuan. Namun, tak perlu khawatir, pada jalur berbatu ini sudah dilengkapi dengan tali pengaman untuk Anda berpegangan. Selain itu, terdapat tiga pos sebagai sarana istirahat sebelum tiba ke danau. Apabila ingin menuju puncak Gunung Rinjani, perjalanan dilanjutkan selama 4-5 jam jalan kaki.

Ketiga, Jalur Torean: Mataram–Torean–Danau Segara Anak. Mataram menuju Torean adalah sekira 4-5 jam berkendara. Dari Torean, perjalanan menuju Danau Segara Anak dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 8-9 jam. Berbeda dengan kedua jalur sebelumnya, jalur ini menawarkan pemandangan berupa sungai, ladang pertanian, perkebunan, hutan produksi, dan padang pengembalaan, dan kesempatan mengamati hewan-hewan dan tumbuhan khas di kawasan tersebut.

23 September 2014

Eksotisme Air Terjun Curug Dago Bandung


Eksotisme Air Terjun Curug Dago Bandung - Objek Wisata Alam Curug Dago yang terletak di Desa Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Propinsi Jawa Barat ini memiliki ketinggian air sekitar 12 m yang berada di kentinggian 800 m diatas permukaan laut, panorama alam yang disajikan di wisata ini adalah air terjun yang terbentuk dari aliran sungai Cikapundung ini cukup menarik untuk dinikmati.

Keberadaan Wisata Alam Curug Dago ini memang belum begitu terkenal di kota bandung, karena lokasinya yang cukup tersembunyi yang terletak didaerah Bukit Dago yang masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (THR) Ir Djuanda, Bandung, selain itu kurangnya sarana penunjang lainnya, seperti promosi dari pemerintah Bandung membuat Wisata Alam Air Terjun Curug Dago semakin minim pengunjung.


Meskipun demikian, Curug Dago ternyata menyimpan jejak sejarah yaitu dengan adanya dua prasasti batu tulis peninggalan kerajaan Thailand yang pernah berkunjung ke tempat ini pada tahun 1818.  Kedua prasasti tersebut konon merupakan peninggalan Raja Rama V (Raja Chulalonkorn) dan Raja Rama VII (Pradjathipok Pharaminthara) dari dinasti Chakri.

Akses Wisata Curug Dago

Untuk menuju Obyek Wisata Alam Air Terjun Curug Dago ada dua alternatif jalan yang bias ditempuh, yaitu melalui jalan seberang terminal Dago atau melalui Taman Budaya Ganesha Dago (Dago Tea House) di Jl, Ir. Djuanda.  Kedua jalan alternatif tersebut hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda dua atau dengan berjalan kaki.

Dan kalau mengambil rute dari Terminal Dago masuk ke jalan setapak berukuran satu meter setelah menempuh sekitar setengah kilo meter dari jalan besar.  Kondisi jalan sudah dibeton cukup rapi sehingga terasa nyaman untuk dilalui.  bagi yang membawa kendaraan sendiri dapat di parkir di pelataran parkir Taman Budaya dan selanjutnya melewati jalan setapak dengan turunan anak tangga yang lumayan curam.

Wisata Gunung Bromo Jawa Timur


Obyek Wisata Alam Gunung Bromo - Gunung Bromo merupakan salah satu obyek wisata alam yang cukup terkenal di wilayah Jawa Timur dengan pesona alamnya yang eksotis. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat lingkup kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang. Wisata Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang diresmikan oleh pemerintah pada tahun 1997.

Keadaan alam Gunung Bromo yang memiliki lembah, ngarai, caldera atau lautan pasir dengan luas sekitar 10 Km menjadi daya tarik tersendiri di Obyek Wisata Gunung Bromo.Selain itu, Di Kawasan Gunung Bromo juga terdapat sebuah kawah dengan garis tengah sekitar 800 meter yang terbentang dari utara ke selatan, dan 600 meter dari timur ke barat. Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Gunung Bromo telah mengalami letusan dengan interval waktu yang teratur dalam 20 abad ini, yakni sekitar 30 tahun sekali. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974 dan kembali meletus di tahun 2010.

Sejarah letusan Bromo: 2011, 2010, 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1940, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.

Gunung Bromo sebagai gunung suci
Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Akses Menuju Wisata Gunung Bromo
Untuk menuju Objek Wisata Alam Gunung Bromo dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Anda dapat menempuh 2 rute perjalanan untuk mencapai Gunung Bromo Rute pertama, melalui pintu barat dari arah Pasuruan. Perjalanan ini terbilang berat karena tidak bisa dilalui dengan kendaran roda empat biasa, kecuali jenis Jip. Jika Anda memalui jalur ini, sebaiknya berjalan kaki dari Desa Wonokitri yang berjarak 13 km dari Wisata Alam Gunung Bromo. Sementara untuk Rute kedua, melewati pintu utara dari arah Probolinggo untuk menuju Objek Wisata Alam Gunung Bromo. Dengan melewati jalur ini, Anda dapat menggunakan kendaraan apapun karena jalan yang dilalui tidak terlalu curam. Jika Anda ingin menyaksikan lautan pasir, maka disarankan untuk melalui pintu utara. Sebaliknya, jika Anda ingin menyaksikan sunrise, maka lebih praktis melewati pintu barat.